" kepada yang terpilih kasih diantara kekasih - kekasih pilihan " " LA MAYA " tanpa makna maka menghilanglah
Jumat, 12 November 2010
Haruskah,............????
Aku tak tau harus bagaimana lagi,..... aku nggak sempurna seperti yang lain,..... ingin rasanya hati ini berputus asa,... tapi itu tidak boleh!!!!
Jumat, 29 Oktober 2010
HIZB
Hizib, juga dieja Hizb adalah kumpulan ayat-ayat Al-Quran, zikir, doa dan shalawat yang disusun dengan tidak menggunakan hawa nafsu yang jelek/ buruk untuk diamalkan dengan membacanya.
Hizib di Al-Qur'an
Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak 7 kali
1. Surat Al Maaidah ayat 56 :
Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta'ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.
2. Surat Al Kahfi ayat 12 :
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu
3. Surat Al Mukmiinun ayat 23 :
4. Surat Ar Ruum ayat 32 :
dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka
5. Surat Al Fathiir ayat 6 :
Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
6. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta'ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.
7. Surat Mujadiilaah ayat 22 :
Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta'ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung
Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara
Berbagai Hizib
Hizib popular di kalangan masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia.
Penyusun Hizib selalu dikaitkan dengan tokoh pengasas atau pemimpin aliran tasawuf, sufi atau tarekat.
Tujuan asal Hizib adalah untuk diamalkan agar diri seseorang menjadi dekat dengan Allah dalam arti kata Allah akan meredai orang yang mengamal Hizib tersebut. Ini kerana Hizib adalah juga kategori doa atau zikir yang bertujuan memperkuat tauhid pengamal tersebut.
Terdapat pelbagai Hizb yang di susun oleh para imam-imam atau guru-guru tariqah, dan semua hizb ini secara langsung atau tidak bersumber dari ayat-ayat Al-Quran dan dalil-dalil dari Hadis Nabi. Tidak kurang pula yang di terima oleh para penyusun hizb ini langsung dari Rasulallah samada dalam keadaan sadar (yaqazatan) atau dalam mimpi (ru'yah).
Antara yang masyhur ialah
1. Hizib Bahar oleh As-sayyid asy-Sayiakh Abil Hasan Asy-Syadzili
2. Hizib Nasar oleh Syaikh Abil Hasan Asy-Syadzili, juga oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad.
3. Hizib An-Nawawi oleh Al-Imam An-Nawawi
4. Hizib Wiqayah oleh Ibn Arabi
5. Hizib Autad dsb
Di dalam kelompok pengamal ilmu persilatan, ilmu kerohanian atau ilmu kebatinan, Hizib diamalkan untuk memohon pertolongan Allah atau untuk menjadikan diri seseorang itu kuat dan untuk berbagai hajat lagi.
Hizib di Al-Qur'an
Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak 7 kali
1. Surat Al Maaidah ayat 56 :
Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta'ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.
2. Surat Al Kahfi ayat 12 :
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu
3. Surat Al Mukmiinun ayat 23 :
4. Surat Ar Ruum ayat 32 :
dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka
5. Surat Al Fathiir ayat 6 :
Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
6. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta'ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.
7. Surat Mujadiilaah ayat 22 :
Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta'ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung
Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara
Berbagai Hizib
Hizib popular di kalangan masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia.
Penyusun Hizib selalu dikaitkan dengan tokoh pengasas atau pemimpin aliran tasawuf, sufi atau tarekat.
Tujuan asal Hizib adalah untuk diamalkan agar diri seseorang menjadi dekat dengan Allah dalam arti kata Allah akan meredai orang yang mengamal Hizib tersebut. Ini kerana Hizib adalah juga kategori doa atau zikir yang bertujuan memperkuat tauhid pengamal tersebut.
Terdapat pelbagai Hizb yang di susun oleh para imam-imam atau guru-guru tariqah, dan semua hizb ini secara langsung atau tidak bersumber dari ayat-ayat Al-Quran dan dalil-dalil dari Hadis Nabi. Tidak kurang pula yang di terima oleh para penyusun hizb ini langsung dari Rasulallah samada dalam keadaan sadar (yaqazatan) atau dalam mimpi (ru'yah).
Antara yang masyhur ialah
1. Hizib Bahar oleh As-sayyid asy-Sayiakh Abil Hasan Asy-Syadzili
2. Hizib Nasar oleh Syaikh Abil Hasan Asy-Syadzili, juga oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad.
3. Hizib An-Nawawi oleh Al-Imam An-Nawawi
4. Hizib Wiqayah oleh Ibn Arabi
5. Hizib Autad dsb
Di dalam kelompok pengamal ilmu persilatan, ilmu kerohanian atau ilmu kebatinan, Hizib diamalkan untuk memohon pertolongan Allah atau untuk menjadikan diri seseorang itu kuat dan untuk berbagai hajat lagi.
Kamis, 30 September 2010
DO'A ( kata hati )
Ya Allah Ya Rahman…
berikan kami kekuatan
dalam menghadapi ujian
cobaan
hambatan
halangan
rintangan
Ya Wadud, hindarkan…
dari kesulitan
kesempitan
kesusahan
kefakiran
kemiskinan
kemelaratan
kesengsaraan
keterbelakangan
keterpurukan
kebodohan
Ya Hafidz, hilangkan…
keputusasaan
keragu-raguan
kebimbangan
kebingungan
kemurungan
kekhawatiran
ketakutan
keengganan
kelalaian
kesalahan
kekhilafan
kesedihan
kecemasan
kelemahan
kemalasan
kebakhilan
kepengecutan
perhutangan
kejahatan
Ya Fattah, hapuskan…
kesewenang-wenangan
kemunafikan
keserakahan
kebobrokan
kenakalan
pemaksaan
penggusuran
pembunuhan
pemerkosaan
pendholiman
penindasan
pemalsuan
penipuan
pencurian
penodaan
Ya Salam, limpahkan…
kejayaan
kesuksesan
kemuliaan
kebesaran
kedamaian
kerukunan
kesejahteraan
keselamatan
kesehatan
keselarasan
kemerdekaan
kesenangan
kebahagiaan
kemenangan
Ya Wakil, berilah kepatuhan
dalam pemeliharaan
kebersihan
keamanan
ketertiban
keindahan
kenyamanan
Ya Hakim, tinggikan
kebaikan
keadilan
kebijaksanaan
dalam perencanaan
pelaksanaan
pengendalian
pengevaluasian
Ya Lathif, lancarkan
dalam menjalankan
kesopanan
keramahan
kesusilaan
Ya Rozzaq, lapangkan…
rizki halalan…
toyyiban…
penuh keberkahan…
kemanfaatan…
jadi dermawan
jadi hartawan
atau ilmuwan
cencekiawan
karyawan
wartawan
budayawan
sejarawan
olahragawan
budiman
seniman
Ya Halim, ijinkan
untuk melestarikan
perhutanan
pertanian
perikanan
pertambangan
penghijauan
pembudidayaan
agar ada peningkatan
pertumbuhan
perkembangan
pembangunan
dalam perindustrian
perdagangan
perikehidupan
di daratan
di lautan
Ya Ghaniyy, karuniakan…
kekayaan
perumahan
keterampilan
pekerjaan
pendidikan
atas yang kami rasakan…
kebangkrutan
pemberhentian
pemutusan hubungan
yang mengakibatkan
cacian
makian
omongan
gunjingan
Ya Warits, wariskan…
keberkahan
dalam pernikahan
dan keturunan
berkesinambungan
berkelanjutan
Ya Rauf, limpahkan…
ketulusan perasaan
dalam percintaan
menuju perjodohan
selalu jaga kehormatan
terhindar perzinahan
perselingkuhan
kemudharatan
dan kenistaan
tancapkan kekokohan
dalam keikhlasan
ketabahan
keyakinan
atas penantian
yang dirasakan
tak berkesudahan
tak berakhiran
kukuhkan kesabaran
menjalankan ketaatan
menghidari kemaksiatan
hadapi musibah dan godaan
Ya Allah ya Hadi, jadikan…
kesempitan jadi kesempatan
kesulitan jadi kemudahan…
kemudahan…
dan kemudahan…
ya, kemudahan…
sungguh sesudah kesulitan
ada kemudahan...
ya, sungguh sesudah kesulitan
ada kemudahan...
Ya Khaliq, Engkau ciptakan…
semuanya dari kematian
maka Engkau hidupkan
lalu Engkau matikan
lalu Engkau hidupkan
dan kembali ke haribaan
berikan kami kekuatan
dalam menghadapi ujian
cobaan
hambatan
halangan
rintangan
Ya Wadud, hindarkan…
dari kesulitan
kesempitan
kesusahan
kefakiran
kemiskinan
kemelaratan
kesengsaraan
keterbelakangan
keterpurukan
kebodohan
Ya Hafidz, hilangkan…
keputusasaan
keragu-raguan
kebimbangan
kebingungan
kemurungan
kekhawatiran
ketakutan
keengganan
kelalaian
kesalahan
kekhilafan
kesedihan
kecemasan
kelemahan
kemalasan
kebakhilan
kepengecutan
perhutangan
kejahatan
Ya Fattah, hapuskan…
kesewenang-wenangan
kemunafikan
keserakahan
kebobrokan
kenakalan
pemaksaan
penggusuran
pembunuhan
pemerkosaan
pendholiman
penindasan
pemalsuan
penipuan
pencurian
penodaan
Ya Salam, limpahkan…
kejayaan
kesuksesan
kemuliaan
kebesaran
kedamaian
kerukunan
kesejahteraan
keselamatan
kesehatan
keselarasan
kemerdekaan
kesenangan
kebahagiaan
kemenangan
Ya Wakil, berilah kepatuhan
dalam pemeliharaan
kebersihan
keamanan
ketertiban
keindahan
kenyamanan
Ya Hakim, tinggikan
kebaikan
keadilan
kebijaksanaan
dalam perencanaan
pelaksanaan
pengendalian
pengevaluasian
Ya Lathif, lancarkan
dalam menjalankan
kesopanan
keramahan
kesusilaan
Ya Rozzaq, lapangkan…
rizki halalan…
toyyiban…
penuh keberkahan…
kemanfaatan…
jadi dermawan
jadi hartawan
atau ilmuwan
cencekiawan
karyawan
wartawan
budayawan
sejarawan
olahragawan
budiman
seniman
Ya Halim, ijinkan
untuk melestarikan
perhutanan
pertanian
perikanan
pertambangan
penghijauan
pembudidayaan
agar ada peningkatan
pertumbuhan
perkembangan
pembangunan
dalam perindustrian
perdagangan
perikehidupan
di daratan
di lautan
Ya Ghaniyy, karuniakan…
kekayaan
perumahan
keterampilan
pekerjaan
pendidikan
atas yang kami rasakan…
kebangkrutan
pemberhentian
pemutusan hubungan
yang mengakibatkan
cacian
makian
omongan
gunjingan
Ya Warits, wariskan…
keberkahan
dalam pernikahan
dan keturunan
berkesinambungan
berkelanjutan
Ya Rauf, limpahkan…
ketulusan perasaan
dalam percintaan
menuju perjodohan
selalu jaga kehormatan
terhindar perzinahan
perselingkuhan
kemudharatan
dan kenistaan
tancapkan kekokohan
dalam keikhlasan
ketabahan
keyakinan
atas penantian
yang dirasakan
tak berkesudahan
tak berakhiran
kukuhkan kesabaran
menjalankan ketaatan
menghidari kemaksiatan
hadapi musibah dan godaan
Ya Allah ya Hadi, jadikan…
kesempitan jadi kesempatan
kesulitan jadi kemudahan…
kemudahan…
dan kemudahan…
ya, kemudahan…
sungguh sesudah kesulitan
ada kemudahan...
ya, sungguh sesudah kesulitan
ada kemudahan...
Ya Khaliq, Engkau ciptakan…
semuanya dari kematian
maka Engkau hidupkan
lalu Engkau matikan
lalu Engkau hidupkan
dan kembali ke haribaan
Senin, 02 Agustus 2010
"CUKUP "
Ketika kumohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika kumohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang2 bermasalah untuk kutolong.
Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Do'aku terjawab sudah.
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang2 bermasalah untuk kutolong.
Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Do'aku terjawab sudah.
Minggu, 01 Agustus 2010
HIZB NASHOR
حِزْبُ النـَّصـْرِ المُبـَارَكِ
( لِسـَيـِّدي أبـِي الحـَسـَنِ الشـَّاذلـِي )
بـِـسْـمِ اللهِ الرَّحمـنِ الرَّحـيمِ
اللهـُمَّ بـِسَطـْوَةِ جَبـَروتِ قـَهـْرِكَ وبـِسُرْعـَةِ إغـَاثـَةِ نـَصـْرِكَ وَبـِغِـيرَتـِكَ لإنـْـتـِهـَاكِ حُرُمَـاتِكَ وَبـِحـِمَايَتِكَ لِـمَن إحـْـتـَمـَى بـِآياتِكَ أسألـُكَ يا اللهُ يَا سَميعُ يَا قـَريبُ يَا مُجـِيبُ يَا سَريعُ يَا مُنـْتـَـقِمُ يَا شـَديدَ البَـطـْشِ يَا جَبََّارُ يَا قـَهـَّارُ يَا مَنْ لا يُعْـجـِزُهُ قـَهـْرُ الجَبـَابـِرَةِ ولا يَعْظـُمُ عـَلـَيْهِ هَلاكُ المُتـَمَرِّدَةِ مِنَ المُلوكِ والأكـَاسِرَةِ أن تـَجْـعَلَ كـَيـْدَ مَنْ كـَادَنِي في نـَحْرِهِ وَمَكـْرَ مَنْ مَكـَرَ بي عَـائِداً عَليهِ وَحُـفـْرَة مَنْ حَفـَرَ لي وَاقِعاً فيها وَمَنْ نـَصَبَ لي شـَبـَكـَة الخَدَاعِ إجْعَلـْهُ يا سَيِّدي مُسَاقاً إليها وَمُصَـاداً فيها وَأسِيراً لـَدَيْهـَا اللهُمَّ بـِحَقِّ كـهيعص إكـْـفِـنـَا هَمَّ العِدا وَلـَقـِّهـِمْ الرَّدَى وَإجْعـَلهُمْ لِكـُلِّ حَبيبٍ فِداً وَسَلـِّط عَلـَيـْهـِمْ عَاجـِلَ النـِّقـْمـَةِ في اليَوْمِ والغـَدِ. اللهُمَّ بَدِّدْ شـَمْلـَهـُمْ، اللهُمَّ فـَرِّق جَمْـعَـهـُم اللهُمَّ أقـْلِلْ عَدَدَهـُمْ، اللهُمَّ فـُلَّ حَدَّهُمْ، اللهُمَّ إجْعَلْ الدَّائِرَة عَلـَيـْهـِمْ اللهُمَّ أرْسِلْ العَذابَ إليهـِمْ، اللهُمَّ أخـْرِجْـهـُمْ عَنْ دَائِرَةِ الحِلـْمِ وَإسْـلـُبـْهـُمْ مَدَدَ الإمْـهـَالِ وغـُلَّ أيْديَهـُمْ وإرْبـِط عَلـَى قـُلوبـِهـِمْ ولا تـُبـَلـِّغـْهـُمْ الآمال، اللهُمَّ مَزِّقـْهـُمْ كـُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقـْـتـَهُ لأعْدَائِكَ إنـْـتِصـَاراً لأنـْبـِيائِكَ وَرُسُـلِكَ وَأولِيائِـكَ اللهُمَّ إنـْـتـَصِرْ لنا إنـْـتـِصَـارَكَ لأحْبـَابـِكَ على أعْدَائِكَ، اللهُمَّ لا تـُمَكـِّنْ الأعْداءَ فينا ولا تـُسـَلـِطـَهـُمْ عَـلـَيْـنـَا بـِذنوبـِنـَا حم حم حم حـــم حم حم حم حُـمَّ الأمْرُ وَجَاءَ النـَصـْرُ فـَعـَلينـْا لا يـُنـْصـَرون حمعسق حِمَايَتـُنـَا مِمَّا نـَخـَافُ، اللهُمَّ قـِنـَا شـَرَّ الأسْواءِ ولا تـَجْعـَلنـَا مَحـَلاً للبـَلـْواءِ، اللهُمَّ أعْطِنـَا أمَلَ الرَّجَاءِ وَفـَوْقَ الأمَلِ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا مَنْ بـِفـَضْـلِهِ لِفـَضْلِهِ نـَسْألْ - نـَسْألـُكَ العَجـَلَ العَجَلَ إلهي الإجَابَة الإجَابَة يَا مَنْ أجَابَ نـُوحاً في قـَوْمِهِ يَا مَنْ نـَصَرَ إبْراهِيمَ عَلى أعْدائِهِ يَا مَنْ رَدَّ يُوسُفَ على يَعْـقوب يَا مَنْ كـَشـَفَ ضـُرَّ أيُّوبَ يَا مَنْ أجَابَ دَعْوَةَ زكـَرِيَّا يَا مَنْ قـَبـِلَ تـَسـْبيحَ يُونـُسَ بـِنْ مَتـَّى نـَسْـألـُكَ بـِأسْرارِ أصْحـَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ أنْ تـَقـْبـَلَ مَا بـِهِ دَعَوْنـَاكَ وأنْ تـُعْطِينـَا مَا سَألناكَ أنـْجـِزْ لنـَا وَعْدَكَ الذي وَعَدْتـَهُ لِعِـبَادِكَ المُؤمِنين لا إلهَ الا أنـْتَ سُبْحَانـَكَ إني كـُنـْتُ مِنَ الظـَّالِمِينَ إنـْـقـَطـَعـَتْ آمَالـُنـَا وَعِزَّتِكَ الا مِنـْكَ وَخـَابَ رَجَاؤُنـَا وَحَـقِـكَ الا فيكَ.
إنْ أبْطـَأتْ غـَارَةُ الأرْحَامِ وإبْـتـَعـَدَتْ فـَأقـْرَبُ السَّيْرِ مِنـَّا غـَارَةُ اللهِ
يا غـَارَةَ اللهِ جـِدِي السـَّيـْرَ مُسْرِعَة في حَلِّ عُـقـْدَتـِنـَا يَا غـَارَةَ اللهِ
عَدَتْ العَادونَ وَجَارُوا وَرَجَوْنـَا اللهَ مُجـيراً
وَكـَفـَى باللهِ وَلـِيـَّا وَكـَفـَى باللهِ نـَصِيراً
حَسْبـُنـَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيلُ - ثلاثا
ولا حَوْلَ ولا قـُوَةَ الا باللهِ العَليِّ العَظِيمِ إسْـتـَجـِبْ لـَنـَا آمين - ثلاثا
فـَقـُطِعَ دَابـِرُ القـَوْمِ الذينَ ظـَلـَمُوا والحَمْدُ لِلهِ رَبَّ العَالـَمينَ ولا حَوْلَ ولا قـُوَّةَ الا باللهِ العَلِيّ العَظِيمِ
وَصَـلـَّى اللهُ عَـلـَى سَيـِّدِنـَا مُحَمَّدٍ النـَّبـِيّ الأمِيِّ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبـِهِ وَسَـلـَّمَ
Wajah-wajah Kekasih Tuhan
Ada 17 langkah yang harus dilakukan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
1. Bertaubat secara benar. Ada tiga tahap taubat yang harus dijalani: dosa lahir, dosa batin dan taubat dari lupa musyahadah kepada Tuhan.
2. Meninggalkan perkara mubah. Maksudnya, seseorang tidak boleh banyak mengganggur. Sebaliknya, ia harus mengisi waktu longgarnya demi kebaikan
3.Menghidari riya. Segala perbuatan baik dan amalnya harus ditujukan semata-mata kepada Tuhan, bukan untuk atasan atau orang lain. Amal yang dilakukan dengan riya tidak akan sampai kepada Tuhan.
4. Tidak menyakiti orang lain. Menyakiti orang termasuk racun yang mematikan dan Tuhan tidak akan memaafkan dosa kita sebelum orang yang disakiti memaafkannya.
5. Menjaga makanan yang tidak halal. Makanan yang tidak halal akan membuat hati menjadi keras dan menghalangi seseorang untuk hadir dalam hadirat Ilahi. Jika terlanjur, harap dimuntahkan. Jika tidak bisa, perbanyaklah istighfar.
6. Tidak merasa merasa malu untuk berbuat baik. Jika orang lain tidak malu melakukan maksiat, kenapa kita malu berbuat baik
7. Tidak curang dalam pekerjaan. Siapa yang berbuat jujur akan diberikan keberkahan dalam rizkinya. Sebaliknya, siapa yang curang akan hancur.
8. Menundukkan nafsu. Nafsu senantiasa mengajak kepada kejahatan. Meski demikian, nafsu tidak perlu dihilangkan karena ia memang dibutuhkan. Yang harus dilakukan adalah menundukkan nafsu agar dapat diajak untuk kebaikan.
9. Melakukan uzlah. Uzlah bukan berarti meninggalkan masyarakat untuk menyepi di gunung melainkan menjaga hati agar tidak terpengaruh kebiasaan buruk.
10. Tidak banyak bicara. Bicara itu baik tetapi terlalu banyak bicara akan mendorong seseorang untuk mudah jatuh dalam perbuatan dosa.
11. Tidak meninggalkan shalat malam. Shalat malam adalah tanda cinta kita kepada Tuhan. "Siapa yang mengaku cinta Tuhan tetapi tidak bangun untuk shalat malam (tahajud) berarti dusta belaka".
12. Membiasakan shalat jamaah. Salah satu syarat agar seseorang dapat masuk hadirat Ilahy adalah bahwa ia harus menjaga shalatnya.
13. Tidak berbuat zalim, baik berkaitan dengan badan, seperti melukai; berkaitan dengan harta, seperti mencuri; atau berkaitan dengan harga diri, seperti mencaci.
14. Memperbanyak istighfar. Istighfar ini terutama dilakukan pada waktu-waktu berikut, (a) pagi dan sore hari, (b), ketika kesulitan ekonomi, (c) ketika terjerumus dalam dosa, (d) selesai melakukan perbuatan baik
15. Berlaku sopan. Orang yang ingin dekat dengan Tuhan harus mempunyai tata krama. Dikatakan, sopan santun mencapai 3/4 ajaran agama. Siapa yang tidak berlaku sopan berarti tidak mempunyai agama dan iman
16. Tidak melupakan dzikir. Dzikir adalah salah satu tanpa cinta pada Tuhan. Orang yang melupakan dzikir berarti tidak mencintai Tuhan, sebab seseorang tidak akan lupa pada yang dicinta
17. Tata aturan dzikir, (a) tidak boleh syirik atau riya', (b) mengurangi makan, (c) dzikir dengan suara keras, (d) dengan niat yang sungguh-sungguh, (e) dilakukan secara berjamaan, (f) dilakukan dengan penuh takzim dan sopan
1. Bertaubat secara benar. Ada tiga tahap taubat yang harus dijalani: dosa lahir, dosa batin dan taubat dari lupa musyahadah kepada Tuhan.
2. Meninggalkan perkara mubah. Maksudnya, seseorang tidak boleh banyak mengganggur. Sebaliknya, ia harus mengisi waktu longgarnya demi kebaikan
3.Menghidari riya. Segala perbuatan baik dan amalnya harus ditujukan semata-mata kepada Tuhan, bukan untuk atasan atau orang lain. Amal yang dilakukan dengan riya tidak akan sampai kepada Tuhan.
4. Tidak menyakiti orang lain. Menyakiti orang termasuk racun yang mematikan dan Tuhan tidak akan memaafkan dosa kita sebelum orang yang disakiti memaafkannya.
5. Menjaga makanan yang tidak halal. Makanan yang tidak halal akan membuat hati menjadi keras dan menghalangi seseorang untuk hadir dalam hadirat Ilahi. Jika terlanjur, harap dimuntahkan. Jika tidak bisa, perbanyaklah istighfar.
6. Tidak merasa merasa malu untuk berbuat baik. Jika orang lain tidak malu melakukan maksiat, kenapa kita malu berbuat baik
7. Tidak curang dalam pekerjaan. Siapa yang berbuat jujur akan diberikan keberkahan dalam rizkinya. Sebaliknya, siapa yang curang akan hancur.
8. Menundukkan nafsu. Nafsu senantiasa mengajak kepada kejahatan. Meski demikian, nafsu tidak perlu dihilangkan karena ia memang dibutuhkan. Yang harus dilakukan adalah menundukkan nafsu agar dapat diajak untuk kebaikan.
9. Melakukan uzlah. Uzlah bukan berarti meninggalkan masyarakat untuk menyepi di gunung melainkan menjaga hati agar tidak terpengaruh kebiasaan buruk.
10. Tidak banyak bicara. Bicara itu baik tetapi terlalu banyak bicara akan mendorong seseorang untuk mudah jatuh dalam perbuatan dosa.
11. Tidak meninggalkan shalat malam. Shalat malam adalah tanda cinta kita kepada Tuhan. "Siapa yang mengaku cinta Tuhan tetapi tidak bangun untuk shalat malam (tahajud) berarti dusta belaka".
12. Membiasakan shalat jamaah. Salah satu syarat agar seseorang dapat masuk hadirat Ilahy adalah bahwa ia harus menjaga shalatnya.
13. Tidak berbuat zalim, baik berkaitan dengan badan, seperti melukai; berkaitan dengan harta, seperti mencuri; atau berkaitan dengan harga diri, seperti mencaci.
14. Memperbanyak istighfar. Istighfar ini terutama dilakukan pada waktu-waktu berikut, (a) pagi dan sore hari, (b), ketika kesulitan ekonomi, (c) ketika terjerumus dalam dosa, (d) selesai melakukan perbuatan baik
15. Berlaku sopan. Orang yang ingin dekat dengan Tuhan harus mempunyai tata krama. Dikatakan, sopan santun mencapai 3/4 ajaran agama. Siapa yang tidak berlaku sopan berarti tidak mempunyai agama dan iman
16. Tidak melupakan dzikir. Dzikir adalah salah satu tanpa cinta pada Tuhan. Orang yang melupakan dzikir berarti tidak mencintai Tuhan, sebab seseorang tidak akan lupa pada yang dicinta
17. Tata aturan dzikir, (a) tidak boleh syirik atau riya', (b) mengurangi makan, (c) dzikir dengan suara keras, (d) dengan niat yang sungguh-sungguh, (e) dilakukan secara berjamaan, (f) dilakukan dengan penuh takzim dan sopan
Jumat, 30 Juli 2010
Kekasih Tuhan.....?????
Jika manusia berkehendak untuk mendekat kepada Tuhan, mereka harus mencariNya dalam kalbu manusia. Mereka hendaknya berbicara dengan baik kepada semua orang, apakah ada atau tidak, dan jika mereka sendiri hendak menjadi sebuah pelita untuk membimbing yang lain, maka , seperti matahari, mereka harus menunjukkan wajah yang sama kepada sesama. Membawa keceriaan kepada sebuah kalbu, lebih baik daripada membangun banyak pusara untuk pemuliaan, dan untuk memperbudak sebuah jiwa dengan kebaikan lebih berharga daripada membebaskan seribu budak. Itulah manusia kekasih Tuhan yang sejati, yang duduk di tengah kawan-kawannya, dan terjaga dan makan dan tidur dan membeli dan menjual dan member dan menerima di pasar diantara orang – orang lain, dan yang menikah dan menjalin hubungan sosian dengan kaum awam lainnya, tetapi tidak sesaatpun melupakan Tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)